Laboratorium Produksi Ternak Unggas

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

Memilih Daging Ayam Segar

Daging ayam dikategorikan ke dalam white meat dan red meat. Ayam memiliki kandungan gizi yang cukup baik, terutama dari kandungan protein, niasin, vitamin B6 dan B12, Zn, dan potasium. Hidangan yang terbuat dari daging ayam dapat disajikan panas, dingin, atau tanpa tulang. Hidangan ayam yang dapat disajikan selagi dingin, misalnya salad atau isian dari sandwich.
Saat ini sering kali ditemukan ayam dengan kualitas yang kurang baik di pasaran, seperti misalnya beredarnya ayam tiren ataupun ayam gelonggongan. Sehingga seorang pembeli dituntut untuk cermat dalam memilih ayam berkualitas baik.
Berikut ciri-ciri ayam yang berkualitas segar dari Chef Hendro Soejadi:
  • Bila dilihat, pada bagian dada tampak montok berisi.
  • Pada bagian paha tidak keras dan tampak penuh berisi.
  • Jika ditekan, akan kembali ke bentuk semula setelah dilepaskan.
  • Memiliki kulit yang halus, tidak berbintil, dan tidak berbulu.
  • Memiliki karkas utuh, tidak ada bercak darah atau bagian yang memar.
Setelah dibeli, ayam harus disimpan di tempat yang benar karena ayam mudah tercemar Salmonella. Ayam yang dikemas dalam dalam wadah tertutup dan disimpan di dalam chiller dengan suhu 0o-2oC dapat bertahan selama 2-3 hari. Jika ingin ayam tersebut dapat bertahan lebih lama, simpan di dalam freezer, ayam dapat bertahan selama 6 bulan (sumber: belmart.co.id)
Diposting oleh Lab Unggas Unpad
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

KHASIAT LUAR BIASA TELUR AYAM KAMPUNG

Fahricaptures | | Label: KEAJAIBAN DUNIA
bicara tentang telur tentu bukan hal yang asing lagi bagi kita,mulai dari balita sampai orang tua suka mengkonsumsinya.

di samping nikmat ternyata didalam telur memiliki kandungan protein yang bagus bagi tubuh kita,namun dari sekian banyak jenis telur ternyata.

telur ayam kampung per 100 gramnya memiliki kandungan 174 kalori, 10,8 gram protein, 4,9 mg zat besi
dan 61,5 g retinol atau vitamin A.

barangkali karena alasan tersebut telur ayam kampung lebih diminati.dibandingkan dengan telur ayam negeri

Telur ayam kampung yang asli mempunyai kelebihan dibandingkan telur ayam yang lain.
Selain sumber kalori dan protein hewani yang cukup baik (mudah diserap usus dalam jumlah yang banyak) dapat dipakai sebagai campuran minuman jamu yang diyakini dapat memberikan kesegaran pada tubuh.

Fungsi Telur Ayam Kampung Untuk Kesehatan diantaranya :

* Dapat menyembuhkan penyakit jantung koroner, kencing manis, maag atau usus besar.
* Selain mengandung sumber energi juga mengandung sumber protein yang cukup.
Energi yang dipakai untuk mengganti energi yang digunakan aktifitas dan berfikir
sedangkan proteinnya diperlukan untuk mengganti bagian organ yang rusak.
* Mempunyai kandungan kolesterol (pada kuning telur) cukup tinggi.
Bagi yang mempunyai hipertensi atau hiperkolesterolemia (kandungan kolesterol dalam darah yang tinggi) harus hati - hati
mengatur konsumsinya.
* Membantu mengatasi kelelahan dan kecapaian tubuh, namun tidak dapat mengatasi seluruhnya karena badan masih
membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan organ tubuh.

Itulah alasannya mengapa telur ayam kampung lebih diminati khusunya oleh para pria.

Untuk meningkatkan khasiatnya campur telur ayam kampung dengan madu asli,
energi Anda pasti akan pulih kembali.
Diposting oleh Lab Unggas Unpad
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Telur Bisa Bikin Langsing

Seorang peneliti dari Inggris dan seorang ahli diet Dr Carrie Ruxton, telah berhasil menemukan cara untuk melakukan diet sehat. Yakni, dengan mengkonsumsi telur.
Sebuah studi di Inggris menjelaskan, telur mengandung bahan kuat yang membantu memotong jumlah kalori, terutama ketika orang makan siang dan makan malam. Selain itu, protein tertentu yang ditemukan dalam telur, juga lebih unggul dari makanan jenis lainnya.
Hal tersebut, membuat orang kenyang lebih lama dibandingkan dengan makanan lain. Bahkan, bisa menahan nafsu makan makanan kecil.
Sementara itu, ahli diet Dr Carrie Ruxton, mengamati hasil dari enam studi berbeda selama delapan tahun. Studi-studi tersebut menunjukkan efek yang konsisten pada rasa kenyang, dan asupan energi jangka pendek.
Selain itu, studi tersebut juga menemukan perubahan nafsu makan berhubungan dengan hormon dan usus. Hal tersebut, menjelaskan mengapa telur menyebabkan rasa kenyang.
Penelitian tersebut juga telah menunjukan, orang yang mengonsumsi telur pada saat sarapan akan mengalami penurunan berat badan secara signifikan dibandingkan yang mengonsumsi sereal.
Dari hasil pengamatannya, Ruxton juga mencatat dua manfaat tambahan telur. Pertama dapat menahan rasa lapar, karena kandungan telur yang memiliki 78 kalori per butir. Kedua, membantu kesehatan secara umum. Karena mengandung Vitamin D yang mengurangi resiko diabetes dan penyakit jantung.
Sementara itu, telur rata-rata mengandung protein tinggi, yaitu 6.5 gram yang dapat mewakili 13 persen kebutuhan harian orang dewasa. [Sumber PR Online]
Diposting oleh Lab Unggas Unpad
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Gandum sebagai Alternatif Pengganti Jagung

poultryindonesia.com, Jagung adalah bahan utama yang digunakan dalam pakan unggas dan babi yang diproduksi di negara-negara di Asia Tenggara. Apa yang terjadi ketika harga tinggi dan ada kekhawatiran atas pasokan jagung?

Kita harus memiliki strategi yang memungkinkan penggantian satu jenis bahan pakan dengan yang lain untuk mengurangi risiko yang melekat pada volatilitas pasar dalam harga bahan baku dan pasokannya. Mengganti seluruh atau sebagian jagung dalam pakan dengan gandum mungkin hal yang menarik untuk mengurangi biaya pakan dan mempertahankan profitabilitas. Untuk itu perlu disiapkan informasi yang benar dan pengetahuan akan tambahan aditif pakan, ketika menerapkan strategi tersebut, agar memastikan hasilnya, produktivitasnya dan menguntungkan.
Pemakaian gandum (> 50%) dalam formulasi pakan adalah hal yang sangat umum dilakukan di Eropa Utara, Kanada dan Australia. Namun, di pasar Asia, penggunaannya terbatas dalam pakan karena adanya beberapa hambatan. Hal ini terutama berkaitan dengan fakta bahwa nilai yang melekat pada gizi gandum lebih bervariasi dibandingkan dengan jagung dan karena itu, penggunaannya memberikan risiko dalam mempertahankan produktivitas ternak. Namun, dengan penggunaan enzim dalam pakan dapat mengurangi dan menghilangkankan banyak risiko yang dirasakan ketika menggunakan gandum sebagai pengganti jagung.
Perbedaan komposisi antara gandum dan jagung

Seperti terlihat pada Tabel 1, gandum memiliki lebih banyak protein dari jagung, tapi mengandung pati lebih sedikit dan lebih non-pati polisakarida. Akibatnya, digestible gandum atau energi metabolismenya lebih rendah dari jagung.
Tabel 1. Kandungan Gizi Biji-bijian Jagung dan Gandum.
Average composition (%, as fed basis)CornWheat
Starch65.259.5
Protein7.611.9
Oil3.92.0
Non-Starch Polysaccharides (NSP)
Total NSP
Soluble NSP

8.7
0.2

10.9
2.2
Phosphorus (P)
Total-P
Phytate-P

0.24
0.19

0.31
0.22
Average energy value (kcal/kg, as fed)CornWheat
Metabolisable Energy (ME) for poultry3,3003,050
Digestible Energy (DE) for pigs3,6003,350
Protein dan kadar asam amino dalam gandum mempunyai rentang yang lebih besar dari pada jagung dan selain memiliki kandungan protein lebih tinggi, gandum juga memiliki profil asam amino yang berbeda dari jagung (misalnya mengandung sekitar 30% lebih lisin). Sebagai akibatnya, diet yang diformulasikan dengan gandum harus seimbang secara asam amino dicerna tetapi tidak secara protein kasar.
Arabinoxylans mewakili non-cellulosic non-starch polysaccharides (NSP) komponen yang ada pada keduanya, namun tidak seperti jagung, gandum mengandung NSP yang larut. Tingginya kadar NSP larut bertanggung jawab atas meningkatnya viskositas usus dan menyebabkan penurunan kinerja pemanfaatan dan gizi hewan (Gambar 1). Hal ini juga dapat mengakibatkan proliferasi mikroba meningkat dalam usus dan kualitas litter rendah (Choct dan Annison, 1992; Steenfeldt, 2001; Carré et al, 2002;. Barletta, 2003).
Untuk kedua spesies hewan, bagian tidak larut NSP gandum dan jagung bertanggung jawab untuk enkapsulasi nutrisi, menyebabkan aksesibilitas rendah dari pati dan protein. Selain itu, kapasitas menyimpan air dari serat tidak larut dapat menurunkan ketersediaan air yang larut nutrisi dan juga mengurangi jumlah konsumsi pakan. Yang penting, semua masalah ini dapat dengan mudah diatasi dengan penggunaan enzim NSP yang sesuai.
Mengenai mineral penting, gandum mengandung fosfor yang lebih tinggi dari jagung dan, yang lebih penting, ia memiliki proporsi fosfor yang lebih besar. Selain itu, aktivitas fitase endogen lebih tinggi pada biji gandum dibandingkan jagung.
Diposting oleh Lab Unggas Unpad
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Pengumuman

Ujian Praktikum Produksi Ternak Unggas dilaksanakan Hari Rabu Tanggal 23 Mei 2012
Waktu mulai jam 09.00 s.d jam 12.00 WIB

Diposting oleh Lab Unggas Unpad
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Format Laporan Akhir Praktikum MTU

- Laporan Akhir Praktikum MTU dikumpulkan PALING LAMBAT 2 minggu setelah praktikum.
- Laporan dikumpulkan kepada aisten di Laboratorium Produksi Ternak Unggas
- Laporan yang telat akan mendapat pengurangan nilai.
- Sistematika Penulisan Laporan
Kertas Ukuran A4,
Arial 11,
Margin 4,4,3,3
Line Spacing Exactly 24 pt
 Isi Laporan :
Cover 
Kata Pengantar
Daftar Isi
I. Pendahuluan : 
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Waktu dan Tempat

II. Tinjauan Pustaka
2.1 .....
2.2. ....
dst.

III. Alat, Bahan dan Prosedur Kerja
3.1 Alat dan Bahan
3.2 Prosedur Kerja

IV Hasil Pengamatan dan Pembahasan
4.1 Hasil Pengamatan
4.2 Pembahasan

V. Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran


Daftar Pustaka
Diposting oleh Lab Unggas Unpad
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Produksi Ternak Unggas

Pameran Industri Peternakan dan Pakan Ternak


Indo Livestock merupakan pameran industri peternakan dan pakan ternak terbesar di Indonesia yang dipersembahkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian dan didukung oleh organisasi-organisasi terkait di industri peternakan, termasuk media publikasi internasional  maupun nasional.
Pameran ini merupakan ajang temu bisnis para pengusaha industri peternakan, kalangan ahli kesehatan hewan, peternak, pengelola pakan ternak, pemrosesan makanan, pemasok dan distributor dari dalam dan luar negeri. Selain itu diselanggarakan juga seminar, forum diskusi, paparan dan peragaan produk gratis yang dapat menambah wawasan di bidang peternakan, baik bidang kesehatan hewan maupun bidang lainnya yang terkait dengan kemajuan teknologi peternakan.
Pameran peternakan terbesar ini kembali diadakan di ibukota Jakarta. Lebih dari 380 peserta dari 39 negara dan 10.000 pengunjung akan hadir di Jakarta Convention Center, Jakarta - Indonesia, tgl 4-6 Juli 2012.
Informasi lebih lanjut mengenai pameran www.indolivestock.com
Diposting oleh Lab Unggas Unpad
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Enzim, Biokatalis yang Makin Populer

 


Tren penggunaan enzim pada pakan unggas di dunia terus meningkat, termasuk Indonesia. Biokatalis yang mempercepat reaksi-reaksi kimia ini, kini dijadikan pilihan pertama dalam mengoptimalkan performa produksi unggas sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.
Belum lama ini di Bogor, pakar enzim pakan unggas dari University of Maryland, Amerika Serikat, Prof Rosaline Angel berbagi hasil penelitian dan perkembangan enzim pakan pada nutrisi unggas. Angel mengatakan bahwa enzim adalah protein. Dalam aktivitasnya, dapat dipengaruhi oleh beberapa molekul. Inhibitor yaitu molekul yang menurunkan aktivitas enzim dan aktivator yaitu molekul yang meningkatkan aktivitas enzim.
Enzim juga spesifik terhadap suhu dan pH, kata Angel. Menurutnya, rentang pH lebih penting diperhatikan ketimbang pH optimum dari suatu enzim. Tak kalah pentingnya, Angel juga menyebut tiap enzim memiliki substrat spesifik. ”Substrat ini sangat penting dalam reaksi enzimatik. Ibarat gembok dan kunci, substrat adalah gembok dan enzim adalah kuncinya. Karena itu kita harus memperhatikan substrat ini,” katanya.
Terang Johney Lee – General Manager Animal Science Marketing Division CTC Bio – perusahaan produsen enzim pakan asal Korea –, substrat merupakan molekul saat awal proses enzimatik yang kemudian dikonversi menjadi molekul lain sebagai produknya. Sebagai contoh, produk dari enzim lactase adalah galaktosa dan glukosa, yang merupakan hasil konversi dari substrat laktosa. ”Contoh lainnya, enzim phytase substrat spesifiknya adalah phytate. Glucanase adalah glucan, xylanase adalah xylan dan mannanase adalah mannan,” tuturnya kepada TROBOS belum lama ini di Jakarta.
Tambah Lee, dari sekian banyak enzim pakan yang ada, ada 2 jenis enzim yang banyak digunakan pabrik pakan. Yaitu enzim phytase dan enzim yang mendegradasi NSP (Non-Starch Polysaccharide). Enzim yang mendegradasi NSP ada beberapa macam, kata Lee, antara lain xylanase, β-glucanase, dan β-mannanase.

Kestabilan Panas Enzim Phytase
Angel menginformasikan, dibanding 5 tahun lalu, penggunaan enzim phytase pada pakan broiler (ayam pedaging) di Amerika Serikat sekarang mencapai sekitar 95 %. Tingginya penggunaan ini, menurutnya, karena pabrik pakan memahami bagaimana cara kerja dan manfaatnya, yaitu dapat menurunkan biaya pakan karena menurunkan level penggunaan P (fosfor) inorganik. Sekaligus menurunkan ekskresi P pada feses. 
Di Indonesia, kata Suaedi Sunanto yang Animal Nutrition and Health Manager DSM Indonesia, penggunaan enzim phytase pada pakan layer (ayam petelur) mencapai sekitar 95 %.
β-mannanase dan PKM
Dari enzim yang mendegradasi NSP, kata Lee, β-mannanase cukup banyak digunakan pada pakan unggas. ”Suplementasi β-mannanase terbukti mampu meningkatkan utilitas energi pada pakan unggas yang berbasis jagung-kedelai dan berpotensi menurunkan biaya pakan. Ini karena enzim ini dapat menghidrolisa β-mannan yang terkandung dalam tepung kedelai,” tuturnya.
Indonesia memiliki jumlah Palm Kernel Meal (PKM – tepung inti sawit) dalam jumlah yang banyak yang potensial untuk bahan pakan alternatif unggas. Melihat kondisi itu, bagi Lee, penggunaan PKM sebagai bahan baku pakan unggas alternatif adalah potensial sebagai upaya efisiensi. PKM mengandung banyak β-mannan. β-mannan juga tergolong serat antinutrisi yang berdampak negatif pada performa produksi unggas. Karena jumlah β-mannan-nya banyak sehingga membuat penggunaan PKM jadi terbatas. ”Enzim β-mannanase dapat menghidrolisa β-mannan yang banyak tersebut, sehingga tidak terdapat lagi efek negatif pada unggas dan bahkan meningkatkan ketersediaan energi,” ungkap doktor lulusan Seoul National University, Korea ini. 
Multi Enzim
Tertarik mendalami interaksi dan pengaruh dari kombinasi berbagai enzim pakan, Angel mengatakan bahwa ia dan timnya akan melakukan penelitian dengan mengkombinasikan enzim phytase, xylanase, dan protease. ”Penelitian ini akan memiliki 7 negatif kontrol. Masing-masing 1 negatif kontrol pada tiap enzim. Dan 4 negatif kontrol untuk kombinasi dari ketiga enzim itu,” terangnya.

Sumber : Majalah Trobos
Diposting oleh Lab Unggas Unpad
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Informasi Unggas

Closed House : Modernisasi yang Padat Investasi


Merujuk jadwal waktu rencana, sekitar akhir Maret 2012 akan mulai masuk DOC (ayam umur sehari) atau yang biasa diistilahkan denganchick-in. Keterangan ini disampaikan Wahyu Pratomo  peternak broiler(ayam pedaging) mitra PT Sierad Produce (Sierad), terkait kandangclosed house (tertutup) barunyayang tengah dalam tahap pembangunan.
Berlokasi di Losari, Brebes, Jawa Tengah, kandang berlantai 3 dengan ukuran 16 m x 106 m ini bakal mampu memuat 76 ribu ekor broiler. ”Investasinya sekitar Rp 3 miliar,” sebut Wahyu.Closed house di Losari ini adalah kandang ke-3 Wahyu. Kandang pertama dan ke-2 di Purworejo juga closed house,total kapasitas 44 ribu ekor dengan nilai investasi keduanya hampir Rp 2 miliar.
Dhanang Purwantoro – Sales Area Manager PT Sierad Industries mengklaim, kandang broiler komersial milik Wahyu di Losari itu bakal menjadi yang pertama di Indonesia, closed house 3 lantai dengan sistem serba otomatis (full automatic) dan dipantau menggunakan CCTV (Closed Circuit Television). ”Pemilik bisa mengontrol kandang dari jarak jauh,” ungkap Dhanang.
Recording (pencatatan) performa budidaya dibuat online. Bisa diakses oleh pemilik kandang, tim kemitraan Sierad, teknisi kandang dari PT Sierad Industries, dan pihak manajemen pusat Sierad. ”Sepanjang ada akses internet, pihak-pihak itu bisa memantau,” imbuhnya.
Di korporasi besar, closed house tampak seperti satu paket, di level breeding dan begitu pula di level company farm yang memelihara broiler atau layer komersial. Sebagai contoh PT Ciomas Adi Satwa (Ciomas). Informasi Imam Wahyudi – Senior Vice President Head of Broiler Division Ciomas, sekitar 90 % company farm Ciomas sudah menggunakan closed house meski tipenya berbeda-beda di tiap daerah, mulai dari semi closed house hingga full closed house.
Begitu juga dengan Sierad. ”Pasti. Level on-farm (budidaya) Sierad semuanya sudah difasilitasi closed house,” tutur Direktur Sierad, Sudirman FX. Sedangkan untuk kemitraan, di Jawa Tengah saja, info dari Dhanang, tahun ini 20 % mitra Sierad menggunakanclosed house. Bahkan untuk menggenjot konversi kandang ke closed house bagi mitranya di seluruh Indonesia, kata Sudirman, Sierad Industries menggandeng perusahaan China yang bisa membuat closed house dengan dana terjangkau.   
Investasi closed house yang serba otomatis dan canggih ternyata masih sangat sedikit di anggota Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN). ”Ada, tapi tak banyak,” ujar Tri Hardiyanto yang Ketua GOPAN. Sambung Tri, ini bukan berarti anggotanya tidak melek teknologi perkandangan modern. ”Kami lebih ke arah investasi tepat guna. Setingkat demi setingkat dalam menerapkan teknologi modern yang ada,” jelasnya.
Berdasar analisa pakar agribisnis perunggasan Arief Daryanto, di 2011 industri perunggasan sangat menggeliat. Istilah dia, industri perunggasan sedang mengalami ”expansionary mode on” atau masa perkembangan dan perluasan. Arief menyebut data, ”Tahun lalu Charoen Pokphand meningkatkan kapasitas DOC sebesar 18 %, Japfa 16 %, Malindo 21 %, dan Sierad 38 %.” Dengan penambahan kapasitas DOC sebesar itu, simpul Arief, bisa dihitung berapa banyak kebutuhan closed house.
Efisiensi atau Mati
Menurut Sudirman, yang tidak efisien pasti mati. Sebab ini proses evolusi dan struktur biaya produksi terus berubah dari tahun ke tahun. ”Jadi perubahan pola pemeliharaan unggas dari konvensional ke semi-modern dan modern adalah tuntutan efisiensi, bukan gaya hidup,” tuturnya.

Wahyu sepandangan. Ia berpendapat, peternak yang tidak mau mengarah ke closed house secara alami akan tergilas. Hukum bisnisnya, yang tidak mau berubah akan tersingkir. Sebab ’pertempuran’ saat ini dan ke depan ada di efisiensi. Dan closed housemampu memberikan efisiensi lebih. ”Cepat atau lambat dan tidak bisa tidak ke depan peternak akan memilih closed house. Catatannya, teknologi tinggi ini perlu dibarengi cara berpikir dan manajemen yang baik,” katanya.
Efisiensi juga terkait dengan pengaruh lingkungan. Kata Chandra Brahmantya – Head Internal Production PT QL Trimitra, pengaruh lingkungan seperti perubahan cuaca sangat menuntut penggunaan closed house. ”Closed house dibuat untuk mengatasi perubahan cuaca yang sangat ekstrim,” tegasnya. QL Trimitra adalah perusahaan budidaya layer berteknologi closed house full otomatik dari Cianjur milik investor Malaysia, QL Berhad.
Kemitraan Jadi Solusi
Dari berbagai investasi closed house baik yang dilakukan perusahaan atau peternak bermodal besar tak pelak menimbulkan kekhawatiran peternak bermodal kecil. Kekhawatirannya, ’yang besar’ akan melindas ’yang kecil’ karena merusak pasar. Tetapi menurut Tri, sejauh para pelaku investasi itu siap dengan pasca panennya tentu tak akan merusak pasar. Justru sisi positifnya investasi itu memberi pengetahuan akan teknologi baru.

Sudirman berpandangan, berbagai investasi closed house itu tidak akan melindas peternak bermodal kecil. ”Solusinya ada pada kemitraan. Kemitraan bukan sesuatu yang negatif, tapi dapat menyejahterakan dan membuat peternak kecil jadi besar,” tegasnya. Ia lalu mengkritik, ”Semestinya pemerintah mendukung program kemitraan. Bukan membenturkan peternak kecil jadi lawan kuat bagi perusahaan besar, seperti dengan membangun pabrik pakan mini, tapi kemudian dilepas. Ini kontraproduktif dan destruktif. Lebih baik beraliansi.”
Sumber : Majalah Trobos
Diposting oleh Lab Unggas Unpad
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Informasi Unggas

FORMAT MAKALAH PRAKTIKUM TERNAK UNGGAS

Berikut ini format makalah praktikum Produksi Ternak Unggas. Makalah dikumpulkan satu minggu setelah praktikum.

COVER
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan

II PEMBAHASAN
2.1...........
2.2..........
2.3...........
dst..

III KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

Times New Roman 12,
Spasi 1,5
Margin 4,4,3,3
Page A4

Terima Kasih
Diposting oleh Lab Unggas Unpad
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Produksi Ternak Unggas
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Cari Blog Ini

Arsip Blog

  • ▼  2018 (2)
    • ▼  Maret (2)
      • DAFTAR KELOMPOK PRAKTIKUM PRODUKSI TERNAK UNGGAS 2018
      • MODUL PRAKTIKUM I PTU 2018 - ANATOMI DAN MORFOLOGI...
  • ►  2017 (10)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2016 (6)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (16)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2014 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (24)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (9)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2012 (25)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2011 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)

Info Penggunaan Kandang



Kuliah bersama

Kuliah bersama

Link

  • Disnak Jabar
  • Fapet Unpad
  • Informasi Harga Pasar Unggas
  • Journal Animal Science
  • Journal Animal Science
  • Poultry Indonesia
  • SIAKAD online
  • Universitas Padjadjaran
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.